THE ONLY LIVING SAHABI, Ini Teman Nabi Yang Masih Hidup Selama 1400 tahun Sampai Sekarang


Hambasurga - Nabi Muhammad SAW hidup ribuan tahun yang lalu. Namun ada peninggalan jejak Nabi yang masih hidup hingga kini. Sebuah pohon. Pohon zaman dulu tentu saja, masih tumbuh subur.
Tumbuhan yang terletak di bagian utara padang pasir Yordania ini disebut-sebut "Sahabi" atau pohon yang diberkati. Pasalnya, pohon tersebut berhasil bertahan hidup di tengah ganasnya gurun Yordania selama 1400 tahun.  Pohon Nabi ini menjadi bukti kenabian Nabi Muhammad SAW. Dan sepertinya Pohon Nabi ini sengaja dibiarkan hidup oleh Allah agar menjadi pengingat, kenangan dan bukti sejarah masa lalu. Pohon ini adalah pohon yang penuh keberkahan, pohon ajaib, pohon keramat dan pohon yang aneh.




www.renungkanlah.com
Pohon yang ‘sendiri’ ini diyakini sebagai saksi pertemuan biarawan Kristen bernama Bahira dengan Nabi Muhammad. Pohon ini hidup ‘sendirian’ dalam radius ratusan kilometer, tak ada pohon lain yang hidup, menemani sang Sahabi.

Dulu ketika Rasulullah melakukan perjalanan menuju Syam bersama Maisarah (pembantu Sayyidatuna Khadijah Ra) untuk berdagang, Rasulullah pernah berteduh di bawah pohon ini sebelum sampai ke sana. Pada saat Rasulullah berteduh di bawahnya, dahan dan ranting-ranting pohon ini bergerak menaungi beliau dari panasnya terik matahari.

Seorang rahib (pendeta) yang melihat kejadian ini, lantas mendatangi Maisarah dan menunjukkan kepadanya pohon tempat berteduh Rasulullah itu seraya berkata: “Hanya seorang Nabi saja yang berteduh di bawah pohon itu.”

Lihatlah sampai hari ini pohon tersebut tetap subur bahkan di
tengah-tengah padang pasir yang kering kerontang dan tidak ada tumbuhan yang hidup seperti itu. Allah SWT menghidupkannya dengan kehendaknya. Inilah pohon yang memahami cinta buat Nabinya Muhammad SAW, sebuah pohon yang diberkahi. Sampai sekarang pohon ini masih hidup di Yordania. Sebab itu ia dijuluki “the only living Sahabi” atau “satu-satunya ‘sahabat’ Nabi yang masih hidup”.
 Kisah Bahira menceritakan pertemuannya dengan bocah kecil yang menjadi Rasul Terakhir. Saat itu Nabi Muhammad baru berusia 9-12 tahun. Ia menyertai pamannya Abu Thalib dalam perjalanan untuk berdagang ke Suriah. Bahira pun bertemu dengan kelompok kafilah tersebut dan mengajak mereka untuk beristirahat. Bahira telah mendapat firasat kalau ia akan bertemu dengan Sang Nabi Terakhir. Diperhatikannya masing-masing orang yang datang. Namun tak satupun di antara mereka yang memiliki tanda-tanda mukjizat.


Ternyata masih ada satu anggota rombongan yang tidak ikut masuk ke tempat Bahira. Muhammad kecil diminta menunggu di bawah pohon untuk menjaga unta-unta. Ia takjub melihat cabang pohon tersebut merunduk untuk melindungi sang pemuda. Bahira pun meminta agar bocah kecil tersebut diajak berteduh dan bersantap. Konon, segumpal awan memayungi Muhammad ke manapun ia pergi.



Disitulah sang biarawan yakin kalau pemuda itu memang benar-benar nabi yang sudah diramalkan kedatangannya. Bahira lantas berpesan kepada Abu Talib untuk menjaga pemuda cilik itu, karena kelak ia akan membawa berkah bagi umat manusia. Tetapi tak sedikit pula orang yang ingin mencelakakannya.

Sejumlah ilmuwan dan cendekia pun diminta untuk memeriksa area tersebut. Berdasarkan pengamatan mereka, memang benar pohon tua tersebut yang disebutkan dalam catatan Bahira. Namun tentu saja, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan otentisitasnya.

Pangeran Ghazi menyebutkan, “Rasulullah duduk di bawah pohon ini.” Kenyataannya jika pohon itu bersedia merundukkan cabang-cabangnya demi Muhammad merupakan bukti mengenai kesaksiannya terhadap kerasulan Muhammad. “Karena itulah kami menyebutnya sahabi dalam bahasa Arab.”

Saat ini, pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah. Sekelilingnya dilindungi pagar dan keberadaannya dipantau secara rutin. Akan tetapi, siapapun bisa menyentuh dan berlindung di bawah cabangnya yang senantiasa rimbun. Sekelilingnya dilindungi pagar dan keberadaannya dipantau secara rutin.




Sumber: Renungkanlah.com

SUDAH KAYAKAH DIRIMU, Sampai Rela Meninggalkan Sholat ? Wajib Baca!


Hambasurga - Penjual gado-gado ini baru saja menampar saya dua kali. Saya sudah beberapa kali beli gado-gado di tempat bu Ijah – Siti Khodijah- di pojok jalan Asmawi, Beji, Depok ini. Untuk kedua kalinya saya dipaksa menunggu di gerobaknya yang ditinggalkan begitu saja.





“Lagi sholat dzuhur mas bu Ijah nya…” kata tukang rambutan di sebelahnya. Saya pun
menunggu.

Lima belas menit kemudian bu Ijah muncul, karena sudah kenal dengan wajah pelanggannya ini dia lalu bilang, “maaf ya nunggu lama… pedas banget kan?”

“Habis sholat, Bu?” tanya saya.

“Iya mas, kaya kagak, sholat kagak, rugi dong saya…” jawabannya bikin saya merasa ditampar.

“Nggak takut kehilangan pelanggan?” tanya saya lagi.

“Emang sih kata orang-orang setiap pas saya sholat ada deh enam sampe tujuh pelanggan yang datang… tapi ya kalau rezeki saya tuh orang pada balik lagi. Kalau kagak balik ya bukan rezeki saya…”

Plak! Ditampar lagi saya rasanya sama bu ijah. Yang kedua ini terasa lebih pedas tamparannya, lebih pedas dari rasa gado-gadonya. Jelas, keyakinannya soal rezeki jauh diatas keyakinan saya yang kadang masih ragu.

Terima kasih ya bu Ijah atas tamparannya. “Sekaya apa dirimu sampai rela meninggalkan sholat?"

(via Islampos)

SUBHANALLAH! Malaikat MAUT Menangis Saat Mencabut Nyawa Wanita Ini.. Ternyata Ini Alasannya!


Hambasurga - Malaikat Maut pernah menangis saat mencabut nyawa seorang wanita. Kisahnya yang mengharukan dicantumkan dalam Tadzkirah oleh Imam Qurthubi.


“Aku sempat menangis saat mencabut nyawa seorang wanita,” kata Malaikat Maut. “Saat itu ia baru saja melahirkan di padang pasir. Aku menangis saat mencabut nyawanya sebab mendengar bayi tersebut menangis serta tidak ada seorang pun ada di sana.”

Tanpa sepengetahuan Malaikat Maut, sebab ia hanya ditugaskan untuk mencabut nyawa, Allah Subhanahu wa Ta’ala lantas menyelamatkan bayi itu dengan caranya hingga kemudian ia tumbuh besar serta menjadi seorang ulama yang dicintainya.

Dalam riwayat lainnya diceritakan kisah yang tidak sama. Malaikat Maut ditugaskan mencabut nyawa seorang wanita yang tenggelam di sungai. Yang membikinnya menangis, wanita itu mempunyai dua anak yang tetap kecil. Kedua anak itu tidak ditakdirkan meninggal jadi mereka selamat hingga ke tepian, bahkan Malaikat Maut ikut menolongnya menepi.
Menyaksikan dua anak yang tetap kecil tersebut, Malaikat Maut menangis sebab ia wajib mencabut nyawa ibunya. Mereka bakal menjadi anak-anak sebatang kara.

Tahun demi tahun berlalu, dua anak itu akhirnya tumbuh dewasa. Serta dengan izin Allah, kedua anak itu sama-sama menjadi raja di dua daerah yang tidak sama.
Kita tidak sempat tahu kapan Malaikat Maut bakal datang mencabut nyawa. Satu yang pasti, tidak bakal ada yang sanggup memajukan serta menunda kematian
sesaatpun ketika Allah telah menetapkan waktunya.
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ


Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka jika telah datang waktunya mereka tidak bisa mengundurkannya barang sesaatpun serta tidak bisa (pula) memajukannya. (QS. Al A’raf: 34)

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ


Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan serta tidak (pula) kekegunaaanan terhadap diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Jika telah datang ajal mereka, maka mereka tidak bisa mengundurkannya barang sesaatpun serta tidak (pula) mendahulukan(nya). (QS. Yunus: 49)


وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ


Dan Allah sekali-kali tidak bakal menangguhkan (kematian) seseorang jika telah datang waktu kematiannya. Serta Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. (QS. Al Munafiqun: 11)
Bahkan meskipun Malaikat Maut iba pun, faktor itu takkan menunda kematian yang telah dijadwalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’la.

Tetapi, kami juga tidak boleh terlalu takut dengan masa depan anak-anak serta keturunan kita. Mereka nasib, tumbuh serta besar bukanlah sebab kami tetapi atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semacam kisah di atas, bahkan ditinggal oleh orangtuanya sekalipun, Allah yang bakal menjaga mereka.

Yang justru butuh kami persiapkan serta lebih kami perhatikan merupakan bekal kami menghadapi kematian. Siapkah kami menghadapi alam barzakh. Siapkah kami menghadapi hari kebangkita. Siapkah kami menghadapi yaumul hisab saat seluruh amal kami dibuka di hadapan seluruh makhluk. Telahkah kami memikirkan, seandainya Malaikat Maut datang dengan cara tiba-tiba terhadap kita, di mana tempat tinggal kami nantinya; surga alias neraka?



Suber kisahhikmah.com

FAKTA NYATA! Inilah ALASAN KUCING Mendatangi KITA...


Hambasurga - Pernahkan sahabat terganggu dengan adanya kucing liar yang datang mendekati kita? Seringkali kucing-kucing liar masuk ke dalam rumah dan mendekati kita, terutama saat kita sedang membawa makanan. Mereka mengeong seperti mengatakan bahwa mereka ingin meminta makanan dari kita.


Mungkin bagi para pecinta kucing, mereka tidak akan keberatan untuk memberikan sedikit dari makanan yang dimiliki untuk kucing tersebut. tapi, bagi orang yang tidak menyukai kucing, mungkin mereka
akan menendang kucing tersebut atau melemparinya dengan sandal.

Ketahuilah, bahwa kucing tersebut datang kepada kita bukan tanpa maksud dan sebab. Berikut 3 sebab kucing datang kepada kita, dan saat mengetahuinya kita akan  merasa sangat merugi jika tak memberi makan pada kucing tersebut.

Pertama

Allah sedang beritahu bahwa makanan kita itu bukan semuanya hak dan rezeki kita. Sebahagiannya rezeki kucing itu. Sebab itu ia datang pada kita.

Kedua

Allah sedang beritahu apabila kita memberi makanan kepada kucing itu, rezeki lain akan Allah ganti yang lebih baik. Sebab 1 kebaikan itu Allah balas 10 kebaikan. Allah maha mampu memberi lebih dari itu.

Ketiga

Allah sedang bagi tahu apabila kita tak memberi makanan kepada kucing itu, sebenarnya kita sedang menolak rezeki baru yang Allah berikan kepada kita. Rezeki itu luas bukan hanya pada uang. Tetapi meliputi semua kehidupan. Ingin ikhlas memberi, berilah pada hewan karena hewan tak pandai mengucapkan terima kasih kepada kita. Ia hanya tahu minta dan makan.

- Muslimahcorner

Inilah Tahapannya Setan Sesatkan Manusia, Berhati-Hatilah, Bisa Terjadi Pada Anda !!


Hambasurga -  Setan merupakan makhluk ciptaan Allah yang senantiasa menggoda manusia untuk mengerjakan sesuatu keburukan dan perbuatan dosa. Pada akhirnya manusia yang terjerumus dalam perbuatan tersebut maka ia akan jauh dari Allah SWT.





Akibatnya, mereka akan menjadi pengikut setan dan membuatnya masuk ke dalam neraka di akhirat kelak. Namun, apabila manusia mampu menghalau segala godaan tersebut, maka surga akan menjadi balasan baginya.


Tentu saja hal ini tidak akan dibiarkan begitu saja oleh pasukan setan. Mereka akan terus menggoda manusia hingga hari kiamat. Bahkan ada tahapan yang dilakukan oleh setan untuk menyesatkan manusia. Apa sajakah itu? Berikut informasi selengkapnya.

1. Diajak Pada Kekafiran, Kesyirikan, Serta Memusuhi Allah Dan Rasul-Nya
Tahapan pertama yang dilakukan oleh setan dalam usaha menyesatkan manusia adalah dengan mengajaknya ke dalam kekafiran, kesyirikan, serta mengajaknya untuk memusuhi Allah dan Rasul-Nya.

2. Diajak Pada Perbuatan Bid’ah
Langkah kedua yang dilakukan oleh setan yakni mengajak manusia untuk melakukan perbuatan bid’ah. Perbuatan yang seperti ini lebih disukai oleh setan dibandingkan dengan dosa besar dan maksiat lainnya.

Hal ini dikarenakan perbuatan bid’ah memiliki bahaya terhadap agama seseorang, membahayakan oranglain karena menjadi ikut-ikutan mengerjakan sesuatu yang tidak ada tuntutannya. Orang yang berbuat bid’ah akan sulit sadar untuk bertaubat karena ia merasa amalannya yang dilakukannya selalu benar. Selain itu, bid’ah juga menyelisihi ajaran dari Rasulullah SAW.

 3. Diajak Pada Dosa Besar (al-kabair)
Apabila langkah yang kedua tersebut tidak berhasil dilakukan oleh setan untuk menyesatkan manusia maka mereka beralih kepada langkah yang ketiga yakni mengajak manusia untuk melakukan dosa besar. Mereka akan lebih mengutamakan untuk menggoda seseorang yang alim (berilmu) dan diikuti oleh banyak orang. Tujuannya adalah ketika orang yang berilmu itu tergoda, maka pengikutnya akan menyusul.

Setan akan sangat bersemangat untuk melakukan perbuatan tersebut karena keinginan yang kuat untuk menyesatkan manusia yang alim dan membuat mereka jauh dari Allah SWT. Selain itu, maksiat yang demikian ini mudah tersebut dan dirasa akan lebih memudahkan mereka untuk menjauhkan manusia dari Allah Ta’ala.

4. Diajak Dalam Dosa Kecil
(ash-shaghair)
Akan tetapi bukan sebuah perkara mudah untuk menggoda manusia melakukan perbuatan dosa besar. Terlebih lagi apabila mereka telah berilmu dan memiliki pengetahuan agama yang luas. Namun setan tidak akan tinggal diam, ketika usahanya gagal untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa besar maka langkah yang diambil selanjutnya adalah mengajak manusia untuk melakukan dosa kecil. Ternyata dosa kecil juga memiliki bahaya yang tidak dapat dielakkan dan bisa membuat mereka jauh dari Allah. Oleh sebab itu, kita harus sebisa mungkin menghindari dosa kecil tersebut. Rasulullah SAW bersabda:

“Jauhilah oleh kalian dosa-dosa kecil. (Karena perumpamaan hal tersebut adalah) seperti satu kaum yang singgah di satu lembah, lalu datanglah seseorang demi seorang membawa kayu sehingga masaklah roti mereka dengan itu. Sesungguhnya dosa-dosa kecil itu ketika akan diambil pemiliknya, maka ia akan membinasakannya.” (HR. Ahmad, 5: 331, no. 22860. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Maksud dari hadist di atas adalah apabila dosa kecil terus menerus dilakukan maka ia akan menumpuk dan tidak terhapus, akibatnya akan membinasakan. Dalam hadist ini tidak disebutkan dosa besar, karena harang terhadi di masa silam. Selain itu, dosa besar juga benar-benar dijaga untuk tidak dikerjakan dan manusia sangat menghindari untuk jatuh ke dalamnya. Demikian dijelaskan oleh Al-Munawi.



Imam Al-Ghazali menyebutkan, dosa kecil lama-lama bisa menjadi besar karena: (1) menganggap remeh dosa kecil tersebut, (2) terus menerus dalam berbuat dosa. Karena ingatlah yang namanya dosa ketika seseorang menganggap itu begitu besar (berbahaya), menjadi kecil di sisi Allah. Sebaliknya, ketika dosa itu dianggap remeh, maka menjadi besar di sisi Allah. (Dinukil dari Faidh Al-Qadir, 3: 127)

5. Disibukkan Dengan Perkara Mubah
Tahapan selanjutnya setan menyesatkan manusia adalah menyibukkan mereka dengan perkara yang mubah. Hukum dari melakukan perkara ini adalah boleh, namun tingkatan pahalanya sangat kecil. Ketika manusia disibukkan dengan perkara mubah, maka mereka akan luput untuk mendapatkan pahala yang lebih besar.


6. Disibukkan Dalam Amalan yang Kurang Afdhal
Ketika semua cara di atas telah dilakukan oleh setan untuk menjerumuskan manusia namun tidak berhasil. Maka lagkah terakhir yang dilakukannya adalah dengan menyibukkan manusia dalam kegiatan atau amalan yang kurang afdhal. Setan senantiasa menggoda manusia agar luput dari pahala amalan utama dan terus mengerjakan amalan yang kurang afdhal. Hal ini dapat dilihat ketika manusia lebih mengutamakan amalan sunnah dibandingkan amalan yang diwajibkan oleh Allah SWT.

Demikianlah informasi terkait enam tahapan yang dilakukan oleh setan dalam menyesatkan manusia. Sudah seharusnya kita senantiasa menambah keimanan sepanjang hari kepada Allah SWT agar terhindar dari godaan setan yang mampu menjerumuskan manusia ke dalam lembah neraka.


Sumber infoynik.com

Kenapa DAJJAL Tidak di SEBUTKAN Dalam AL-QUR'AN? INI Penjelasannya..


Hambasurga - Mengapa Dajjal tidak disebutkan dalam Al-Qur’an? Pertanyaan ini sering muncul bagi setiap umat manusia. Kita tahu bahwa Dajjal adalah makhluk yang akan keluar dari perut bumi pada hari akhir zaman nanti. Hal ini bisa dijadikan sebagai tanda datangnya hari kiamat. Oleh karena itu, kali ini akan kita bahas kenapa Allah SWT tidak menyebutkan tentang dajjal dalam kitab suci Al-Qur’an.




Sumber: Kumpulanmisteri.com
Dajjal merupakan cobaan atau fitnah terbesar dimana Nabi Muhammad SAW sangat khawatir jika hal ini terjadi pada umatnya. Hal ini membuat seluruh Nabi menjelaskan hal-hal mengenai Dajjal pada umatnya. Oleh karena itu, Rasul meminta kepada kita agar berlindung pada Allah dari fitnah Dajjal pada setiap sholat.

Di dalam Al-Qur’an disebutkan banyak tanda-tanda hari kiamat, baik itu kiamat kecil ataupun kiamat besar. Salah satu tanda-tandanya adalah terbelahnya bulan. Selain itu, munculnya Ya’juj dan Ma’juj dan dibukakan pintunya juga menjadi tanda-tanda hari akhir akan datang. Begitu juga dengan beberapa tanda-tanda lainnya namun berbeda dengan hal itu. Tanda-tanda keluarnya Dajjal tidak pernah dikatakan dalam Al-Qur’an secara eksplisit. Lalu mengapa tidak ada penyebutan kemunculan Dajjal menurut Al-Quran secara langsung? Tentunya karena hanya Allah SWT yang maha mengetahui tentang kedatangan hari akhir. Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa tidak disebutkannya Dajjal secara langsung di dalam Al-Quran sebagai bentuk penghinaan terhadap Dajjal di hari kiamat yang mengakui dirinya sendiri adalah tuhan.

Rasulullah pernah bersabda bahwa terdapat tiga tanda dimana pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman kita hingga datang binatang melata, Dajjal, serta matahari yang terbit dari barat. Lebih lanjut, terdapat surah yang mengatakan jika tidak ada satu ahli kitab pun, kecuali beriman kepada Nabi Isa sebelum kematiannya.


Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa kaum Quraish bersorak-sorak karena Isa dijadikan sebagai perumpamaan. Mereka bertanya siapakah yang lebih baik, Tuhan orang Quraish atau Isa. Sebenarnya perumpamaan itu tidak ditujukan pada mereka, hanya saja mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa hanyalah seorang hamba sama seperti nabi-nabi lainnya. Allah memberikan nikmat berupa kenabian pada Isa sebagai bukti akan kekuasaan Allah bagi Bani Israil. Sesungguhnya Isa mengetahui peristiwa hari kiamat itu.

Dalam suatu hadits, Isa merupakan orang yang membunuh Dajjal pada hari akhir nanti. Penyebutan Isa ini menunjukkan bahwa terdapat pembahasan Dajjal di dalamnya meski tak secara langsung. Sebuah hadits juga menjelaskan bahwa Rasulullah pernah bersabda tidak akan datang hari kiamat hingga muncul 10 tanda, yakni keluarnya asap, Dajjal, hewan melata, dan matahari yang terbit dari barat.

Secara mutlak, Dajjal merupakan cobaan atau fitnah paling besar yang ada di bumi ini. Sebuah hadits menjelaskan jika antara penciptaan nabi Adam dan datangnya hari kiamat, tidak akan ada makhluk lebih besar daripada Dajjal.

Pada riwayat Hadits Dajjal lain menyebutkan, Rasulullah berdiri di hadapan manusia dan menyanjung Allah dengan sanjungan untuk-Nya, kemudian beliau menyebut Dajjal dan mengatakan jika ia memperingatkan pada umat manusia bahwa setiap nabi pastilah mengingatkan umatnya mengenai Dajjal. Namun, Rasulullah menyampaikan satu hal mengenai Dajjal yang belum pernah disampaikan oleh Nabi lainnya, yakni Dajjal memiliki mata sebelah yang buta, sedangkan Allah tidaklah buta.

Selain itu, Rasulullah pernah bersabda bahwa tidak ada yang ditakutkan oleh Nabi kecuali datangnya Dajjal pada umat manusia. Apabila Dajjal keluar sebelum Rasul wafat, maka beliau akan melindungi umat manusia. Sedangkan jika ia datang setelah Rasul wafat maka setiap orang akan membela dirinya sendiri.

Sebagai seorang muslim, kita harus meyakini adanya hari kiamat, meskipun kita tidak tahu kapan peristiwa itu akan terjadi. Kita hanya perlu memperbanyak bekal untuk hari akhir kelak dan menjadi umat Rasulullah SAW sehingga dapat bertemu beliau di surga nanti.

Sumber: Kumpulanmisteri.com

Golongan ORANG Yang BERJIHAD Ini Tetap Masuk NERAKA? Ini Alasannya..


Hambasurga - Jihad adalah sebuah amal yang paling besar
pahalanya diantara amal-amal yang lainnya. Tidak main-main, Allah telah menjamin surga bagi siapa saja yang berjihad di jalan Allah dengan sungguh-sungguh.

Ketika seseorang berjihad di jalan Allah dan dia syahid, maka Allah akan memberikan hadiah tempat tinggal berupa surga kepadanya di akhirat kelak dan darah syahid nya akan menjadi saksi untuk orang tersebut di akhirat.


Sumber: Makintau.com
Jihad merupakan amal yang paling berat jika dibandingkan dengan amal-amal lain, karena ketika berjihad seseorang akan mengorbankan segalanya bahkan nyawa pun akan dikorbankan demi berjuang melindungi Islam dari gangguan yang dilakukan oleh kaum kafir dan musyrikin. Sehingga sangat pantas apabila ketika ada orang yang berjihad di jalan Allah lalu ia syahid, maka Allah akan memberikannya surga.

Namun, ternyata ada orang yang mati ketika sedang berjihad dan ia syahid namun kelak di akhirat ia akan masuk kedalam neraka. Bagaimana mungkin? apa penyebab syuhada tersebut masuk neraka padahal ia telah berjuang dan berjihad?

Arial,Helvetica,sans-serif;">Kenapa Golongan Orang Yang Berjihad Ini Tetap Masuk Neraka? Ternyata Ini Alasannya
Orang yang mengorbankan harta dan jiwanya untuk berjihad namun orang tersebut masuk neraka, dan ini memang benar-benar ada. Karena Rasul sendiri pernah bersabda akan hal ini dalam hadits shahih.

Penyebabnya adalah karena orang tersebut tidak tidak ikhlas dan tidak bersungguh-sungguh dalam berjihad, padahal makna jihad sendiri adalah bersungguh-sungguh. Selain itu, penyebab lainnya adalah karena orang tersebut berjihad bukan karena mencari ridha Allah SWT, melainkan mencari ridha manusia agar ia dianggap sebagai seorang yang pemberani, tangguh, ingin dikenang jasa-jasanya dan sebagainya.

Orang-orang seperti ini akan menjadi orang-orang yang pertama kali diputuskan perkaranya di pengadilan akhirat dan yang pertama kali masuk neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:


"Sesungguhnya manusia pertama yang diputuskan perkaranya pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mati syahid. Dia dihadapkan, lalu Allah menunjukkan kenikmatan-kenikmatan-Nya kepadanya, maka dia pun mengenalnya. Allah bertanya, 'Apa yang telah kamu lakukan padanya?' Orang itu menjawab, 'Aku berperang karena-Mu sehingga aku mati syahid.' Allah berfirman, 'Kamu dusta, akan tetapi kamu berperang agar dikatakan 'fulan pemberani; dan itu telah kamu dapatkan.' Kemudian diperintahkan (agar dia diseret di atas wajahnya). Lalu dia pun diseret di atas wajahnya sampai dicampakkan ke dalam neraka." [HR. Muslim]

Sungguh menakutkan hukuman bagi orang-orang munafik tersebut, oleh karena itu marilah kita perbaiki diri kita agar kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang seperti itu atau bahkan lebih buruk darinya.

Oleh karenanya, janganlah kita beramal karena riya' atau karena ingin dipuji oleh orang, beramalah karena ingin mencari ridha Allah semata. Karena amal yang sangat besar pahalanya hingga bertaruh nyawa saja dapat sia-sia karena riya, apalagi kita yang masih jauh jika dibandingan dengan amal berjihad? semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Aamiin.

Sumber: Makintau.com